Steve Winwood has needed every one of the nine lives he alludes to in the title of his new CD.For a roughly 15-year chunk of his career, he seemed to have lapsed into a musical coma. From the mid ’80s through the late ’90s, Winwood released three morbid solo albums in a row, each calcifying the brand of MOR soul that gave him his biggest meal ticket, with hit albums like “Back in the High Life.”
After the last two CDs bombed, Winwood finally got the message: He could no longer …
Rintih hati merana
Relakan cintaku
Tak sanggup aku berjalan
Dimana tanpa kau di sini menemani
Kata manis yang usai
Iringi jiwamu
Menggapai bintang
Bertanya apa yang terjadi
Pada diri ini
Chorus:
Buka hatimu bahagiakan aku
Memberi keindahan yang kita impikan
Buahkan cinta melintasi waktu
Bertahta dalam satu sisi batin
Yang terisi sepi
Terkadang aku mencoba
Berbagi hatiku untuk yang lain
Namun tiada satupun luluhkan diriku
Seperti dirimu
Chorus:
Buka hatimu bahagiakan aku
Memberi keindahan yang kita impikan
Buahkan cinta melintasi waktu
Bertahta dalam satu sisi batin
Yang terisi sepi
Selepas kau pergi
Tinggalah disini kusendiri
Kumerasakan sesuatu
Yang tlah hilang didalam hidupku
Dalam lubuk hatimu
Ku yakin kaupun sebenarnya
Tak inginkan lepas dariku
Tahukah kau kini ku terluka
Bantu aku membencimu
Ku terlalu mencintaimu
Dirimu begitu berarti untukku
Kau telah mencinta
Dan dicintai kekasihmu
Ini tak adil bagiku
Hilanglah damba tinggalah hampa
Lupakanku dalam hidupmu
Yang pernah mencintaimu
Kau memang tercipta bukanlah untukku
Curi curi-curi pandang
Curi curi-curi pandang
Curi ke depan curi ke belakang
Curi ke kanan dan curi ke kiri
Curi curi-curi pandang
Curi pandangmu kepada
bidadari yang di sana
Curi pandangmu kepada
bidadari yang di sana
Cu Cu Cu Cu Cu Cu Cu Cu
Cu Cu Cu Cu Cu Cu Cu Cu
Curi..
Sayang aku telah pulang
Dari perjalananku
Khayalku kau peluk aku
Hilangkan rindu tetapi
Hempaskan sudah semua khayalku
Untuk bersanding bersamamu
Lupakan saja surga kita
Karna ternyata kau tak setia
Sayang kau tipu aku
Dengan mulut manismu
Terjatuh dalam cinta yang semu
Mungkin ku lemah tetapi
Hempaskan sudah semua khayalku
Untuk bersanding bersamamu
Lupakan saja surga kita
Karna ternyata kau tak setia
Tak akan pernah aku menyesal
Saat ku dengan dirimu
Dengan dirimu
Kau hanya cinta semu
Akupun menangis didalam hatiku
Akupun menangis didalam hatiku
Akupun menangis didalam hatiku
Aku tak ingin membasahi hati
Ku hancur
Ku katakan dengan indah, dengan terbuka hatiku hampa
Sepertinya luka menghampirinya
Kau beri rasa yang berbeda mungkin ku salah…
Mengartikannya yang ku rasa cinta
Tetapi hatiku selalu meninggikanmu
Terlalu meninggikanmu, selalu meninggikanmu
Kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Kau terangi jiwaku, kau redupkan lagi
Kau hancurkan hatiku tuk melihatmu
Membuatku terjatuh dan terjatuh lagi
Membuatku merasakan yang tak terjadi
Semua yang terbaik dan yang terlewati
Semua yang terhenti tanpa ku akhiri
Jalanku terus berjalan
Ku pandang langit hitam
Hujan tak tertahankan
Lelah menjadi beban
Dengar bisikan kawan
Takkan pernah menahan
Sekejap dan bertahan
Indah
Jalanku terus berjalan
Ku pandang langit hitam
Hujan tak tertahankan
Lelah takkan jadi beban
Jalanku terus berjalan
Ku pandang langit hitam
Hujan tak tertahankan
Lelah takkan jadi beban
Jalanku terus berjalan
Ku pandang langit hitam
Hujan tak tertahankan
Lelah takkan jadi beban